Langsung ke konten utama

Postingan

TERPAKSA AKU MEMILIH PULANG

  17 Mei 2025  Aku melangkah perlahan menyusuri koridor di gerbang kedatangan Interasional di bandara Soeta. Dalam hatiku masih belum benar-benar merasa tenang, meskipun tak henti-hentinya dia meyakinkan aku  bahwa semua akan baik-baik saja.Dan memastikan bahwa sudah ada pihak yang akan memastikan aku bisa pulang dengan aman. Tetapi perasaan ini tak bisa berbohong, aku masih belum sepenuhnya merasa tenang. Sampai akhirnya aku masuk "lOUNGE PMI" dan disambut oleh petugas Helpdesk KP2MI yang memastikan saya aman sampai dijemput oleh suamiku. Singapura Tak Seindah Yang Aku Bayangkan, Majikan Pertamaku Tak Memberiku Makan Yang Cukup. Namaku Lina, aku berasal dari sebuah desa di Karawang Jawa Barat. Aku seorang Ibu dari seorang anak, dan kami adalah keluarga kecil yang hidup pas pasan. Karena kondisi itulah, dengan niat ingin membantu memperbaiki perekonomian keluarga, atas ijin suamiku maka aku memutuskan untuk mendaftarkan diri sebagai CPMI, untuk bekerja ke Sing...
Postingan terbaru

Seminar Perempuan KBRI Singapura

SEMINAR PEREMPUAN Perilaku Sehat, Wanita Tangguh. KBRI Singapura, minggu 29-09-2024 Dharma Wanita Persatuan KBRI Singapura mengadakan acara seminar bertema perempuan, yang diadakan di ruang Nusantara KBRI Singapura. Dr. Merisa Auditanya Taufik menjadi pembicara di acara tersebut, yang memberikan materi seminat tentang hal-hal yang tentang kesehatan perempuan. Dan  dihadiri oleh kurang lebih 200  pekerja migran Indonesia yang merupakan pekerja perempuan. Acara dibuka dengan sambutan dari Ibu Nuri Widowati Suryo Pratomo sebagai ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI Singapura. Yang kemudian dilanjutkan ke acara inti. Pemaparan materi diawali dengan point penting yaitu : Perempuan Adalah Sosok Penting Kehidupan.  1.Karena perempuan diberikan rahim untuk proses kelangsungan hidup manusia. 2.Perempuan dibekali naluri keibuan untuk meberikan cinta dan kehangatan. 3.Perempuan sebagai 'sekolah pertama' untuk anak-anaknya. Kemudian dilanjut dengan materi-materi yang tidak ...

PMI BERTAHAN DI LUAR NEGERI KARENA APA?

                                  Bertahun-Tahun Bertahan di Negara orang, Sampai Kapan? Bicara tentang PMI (Pekerja Migran Indonesia) memang selalu menarik, karena ada banyak cerita yang beragam dan mungkin hanya difahami oleh sesama PMI itu sendiri, dan mereka yang memiliki concern terhadapa permasalahan PMI. PMI berasal dari berbagai background kehidupan yang bermacam-macam. Namun pada dasarnya, kondisi ekonomi-lah yang menjadi alasan terbesar, yang membuat mereka harus meninggalkan Indonesia untuk bekerja di negara orang.Tidak semua orang bisa memahami PMI, baik dari latar belakang, kondisi kerja, juga kesehatan mental karena tekanan yang harus dialaminya. Di sini kita akan mengupas kondisi yang dialami PMI pada umumnya. Khususnya sektor pekerja rumah tangga. Pada tahap awal ketika PMI baru menginjakkan kaki di negara orang atau masuk ke tempat kerja, pasti mengalami yag nemanya "culture shock". Ya...

AKU DIPULANGKAN DAN DI BLACKLIST

TERJEBAK LOAN SHARK / RENTENIR DI SINGAPURA. Kak aku di blacklist dan tidak bisa ke Singapura lagi. Padahal aku masih ingin bekerja kak. Begitulah kalimat yang terucap dari seoarang PMI. Meskipun kalimat itu di sampaikan melalui chat, tapi bisa kita rasakan ada rasa kecewa, sedih namun pasrah yang tergambar di sana. Ya, dia adalah seorang PRT migran yang harus pulang ke indonesia baru -baru ini, dan ingin berbagi cerita tentang pengalaman pahit yang di alaminya. Perkenalkan Namaku Ruby, aku adalah seorang ibu PMI asal Jawa Tengah, tepatnya dari sebuah desa di kabupaten Brebes.  Aku seorang ibu tunggal dengan tiga anak, yang menjadi PMI dan bekerja di Singapura. Aku ingin menjadikan pengalaman buruk ini sebagai pelajaran dan juga pengingat untuk kawak-kawan yang lain. Agar kita lebih berhati-hati dan mencari tahu apa tentang hal hal yang membahayakan diri kita sebagai PMI. Aku bekerja menjaga lansia ( Ahgong ). S elama tiga tahun bekerja, aku menjalani pekerjaanku sebaik mungkin. Me...

AKU HAMPIR KEHILANGAN DIRIKU SENDIRI

          Ketika Aku Menyadari Kalau Ada Yang Salah Dalam Diriku. Hallo teman -teman, b erjumpa kembali dengan penanovia.id Setelah sekian lama halaman ini kosong tanpa ada cerita lagi, ijinkan aku memulainya lagi dengan berbagi kisah tentang apa yang aku alami, dan pasti hal ini juga bisa dialami oleh siapapun. Di sini aku akan mengawali kembalinya blog ini dengan bercerita tentang kondisiku yang mengalami lelah pikiran dan hampir depresi. Da n bagaimana aku bisa menemukan diriku kembali.  Aku termasuk orang yang sangat aktive dan suka meakukan hal hal yang aku sukai, karena hal itulah yang membuatku bahagia namun tetap seimbang. Meskipun bagi sebagaian orang mungkin apa yang selama ini aku lakukan tidak akan membuatku bergerak maju ke arah yang lebih baik secara finansial. Aku punya mimpi-mimpi yang indah menurutku, yang aku anggap mimpiku itulah yang bisa membuatku bahagia apabila aku mampu mewujudkannya. Akan tetapi aku sadar bahwa aku butuh waktu yang ...

RENUNGAN SENJA KORBAN HUMAN TRAFICKING part-6

  TAK PERNAH KU SANGKA AKU AKAN MENGHABISKAN MASA TUAKU SENDIRIAN. Renungan senja seorang mantan PMI yang pernah bekerja di Malaysia. Dia yang pernah menjadi korban human traficking, dan hampir kehilangan nyawa di ujung senapan seorang mandor perkebunan kelapa sawit. Edisi sebelumnya ... Kami harus mendekam di tahanan karena di anggap melangar undang-undang imigrasi. Selain di anggap memalsukan data, kami juga bekerja secara ilegal tanpa ada dokumen resmi.  Yang sebenarnya kami adalah korban dari para sponsor atau calo yang memperjual belikan kami layaknya barang.  Ya. Kami adalah korban human traficking, kami adalah korban dari jaringan perdagangan orang. Setelah melewati waktu beberapa bulan kami di dalam tahanan akhirnya kami di keluarkan untuk kemudian di deportasi. Kami di bawa ke pelabuhan dan di seberangkan dengan perahu kecil dengan tangan terborgol satu sama lain. Entah bagaimana nasib kami andai saja ada kecelakaan atau perahu itu terbalik. Tapi begitulah kenyat...

RENUNGAN SENJA KORBAN HUMAN TRAFICKING-part 5

TAK PERNAH KU SANGKA AKU AKAN MENGHABISKAN MASA TUAKU SENDIRIAN Renungan senja seorang mantan PMI yang pernah bekerja di Malaysia. Diaa yang pernah menjadi korban human traficking, dan hampir kehulangan nyawa di ujung senapan seorang mandor perkebunan kelapa sawit. Edisi sebelumnya... Kami berlari berhamburan, berari sejauh-jauhnya menuju ke tegah hutan yang kami rasa lebih aman dari jangkauan pasukan aparat kepolisian. Semalaman kami tidak  bisa tidur, suasana sangat gelap dabn menakutkan. Kami hanya bisa saling bicara untuk memastikaan bahwa kami masih bersama dan berada di tempat yang berdekatan. Setelah pagi tiba, kami pun mencari jalan pulang menuju mess. Itulah hari pertama kami menjalani hidup dan bekerja seperti buronan. Kami menjalani hari-hari yang sama, bekerja dari pagi hingga sore hari, lalu menyiaapkan bekal makanan seadanya untuk kami bawa bersembunyi di hutan di malam hari. Lalu kembali ke mess di pagi hari sebelum mulai bekerja. Hari demi hari kami lalui, bekerja d...

RENUNGAN SENJA KORBAN HUMAN TRAFICKING -part 4

  TAK PERNAH KU SANGKA AKU AKAN MENGHABISKAN MASA TUAKU  SENDIRIAN. Renungan seja seorang mantan PMI yang pernah bekerja di Malaysia . Dia yang pernah menjadi korban human traficking, dan hampir kehilangan nyawa di ujung senapan seorang mandor perkebunan kelapa sawit. Edisi sebelunya... Orang-orang itu menyumpahiku, bahkan sempat meludahiku, tapi aku hanya berusaha menghadapi dengan tenang. Karena aku sendiri tidak punya persiapan apapun untuk menghadapi kejadian itu. Setelah mereka puas memaki aku, mereka pun pergi meninggalkan mess kami. Tapi mereka berhasil membuat kami tidal isa tidur malam itu karena mereka sempat mengancam kami sebelum pergi. Keesokan harinya. K ami melanjutkan mogok kerja di hari kedua, dan orang suruhan bos besar itupun datang lagi di malam hari. Tapi sungguh di luar dugaan, karena kali ini mereka datang dengan persiapan yang lebih serius. Empat orang mendatangi kami dengan membawa senapan. Begitu turun dari mobil, mereka langsung menodongkan senapan k...

RENUNGANA SENJA KORBAN HUMAN TRAFICKING -part 3

  TAK PERNAH KU SANGKA AKU AKAN MENGHABISKAN MASA TUAKU SENDIRIAN. Renungan senja seorang mantan PMI yang pernah bekerja di Malaysia. Dia yang pernah menjadi korban human traficking, dan hampir kehilangan nyawa di ujung senapan seorang mandor perkebunan kelapa sawit. Edisi sebelumnya ... Pagi itu setelah bersitirahat dan perbekalan di anggap cukup, kami di  berangkatkan lagi menuju terminal sibu. Kemudian kami di bawa  ke sebuah kota kecil yang di sebut Bandar Mukah dengan menaiki bus.  Begitu rombongan turun dari bus, kami di pindah kami di angkut dengan mobil bak terbuka dengan jarak tempuh kurang lebih dua jam. Hati mulai was- was ketika kendaraan mulai memasuki daerah pinggiran hutan degan kodnisi jalan yang becek dan tak beraspal. Kami menjumpai puluhan bahkna ratusan monyet bergelantungan di pepohonan yang kami lewati. Pelan-pelan kami mulai menyadari kalau kami memasuki sebuah ladang oerkebunan kelapa sawit yang jauh dari pemukiman penduduk. Dan kami hidup ter...

RENUNGAN SENJA (KORBAN HUMAN TRAFICKING) -part 2

  TAK PERNAH KU SANGKA AKU AKAN MENGHABISKAN MASA TUAKU SENDIRIAN. Renungan senja seorang mantan PMI yang pernah bekerja di Malaysia. Dia yang pernah menjadi korban human traficking, dan hampir kehilangan nyawa di ujung senapan seorang mandor perkebunan.  Edisi sebelumnya ... Lelaki itu kembali meneguk teh yang ada di depannya, seolah ingin menyiram rasa sesak yang terasa mengganjal di dadanya. Dia ingin melarutkan rasa itu agar merasa lega. Seorang anak muda lewat di depan rumah dan menyapanya dengan ramah.  Selamat sore om, lagi santai om tambahnya. Eh iya, mampirlah sini kita minum teh, sambut lelaki tersebut. Terima kasih om, maaf ada keperluan ini gak bisa mampir, ujar anak muda itu menimpali, kemudian berlalu meninggalkannya. SB, sang lelaki itu hanya bisa mengiyakan. Ada senyum yang terpaksa dari wajahnya, terlihat getir meskipun coba di tutupinya.  Dia menatap langit yang masih terlihat cerah sambil bergumam. Sebentar lagi cerahmu akan perlahan menghilang dan...

RENUNGAN SENJA (KORBAN HUMAN TRAFICKING) -part 1

TAK PERNAH KU SANGKA AKU AKAN MENGHABISKAN MASA TUAKU SENDIRIAN Renungan senja seorang mantan PMI yang pernah bekerja di malaysia. Dia yang pernah menjadi korban human traficking, dan hampir kehilangan nyawa di ujung senapan seorang mandor perkebunan kelapa sawit. SB, begitulah dia ingin di sebut namanya. Di sore itu SB duduk merenung, pandangannya jauh menerawang ke kejauhan.  Secangkir teh menjadi teman menunggu malam. Sesekali dia menghela nafas dalam-dalam. Seolah menyiapkan hatinya dan menata kalimat apa yang tepat untuk di ucapkan setiap kali bayangan masa lalu melintas di pikirannya. Di masa tuaku ini, aku tidak  mengharap belas kasih dari siapapun, akan tetapi aku hanya ingin melepaskan rasa sesak yang selama ini mengganjal di dadaku. Agar aku merasa lega, gumamnya. KRISIS MONETER YANG AKHIRNYA MEMBUAT KEHIDUPANKU TAK LAGI SAMA Cerita ini berawal dari kondisi krisis ekonomi yang melanda waktu itu. Thun 1999 adalah tahun yang paling suram. Aku yang dulu bekerja di sebua...

AKU TERAPUNG SELAMA PANDEMI

AKU TERAPUNG DAN TAK PERNAH LAGI TURUN KE DARAT Namaku Andi Anton, at au biasa di panggil Andi. Aku adalah seorang pekerja dari indonesia, yang mengadu nasib dengan menjadi pekerja yang berstatus ( joint ship sea crew ). Sejenis pekerjaan bongkar muat di kapal- kapal barang yang keluar dan masuk Singapore. Waktu atau jadwal kerjaku tidak bisa di tentukan waktunya. Setiap saat dan setiap waktu, aku dan kawan- kawan seperjuangan harus siap untuk menjalankan pekerjaan tersebut dan berpindah-pindah tempat. Dari port yang satu ke port yang lain, dari kapal yang satu ke kapal yang lain. Lalu kami kembali ke sebuah boat kecil atau perahu yang menjadi alat transportasi kami selama di dermaga, sekaligus menjadi rumah atau tempat tinggal kami. Di situlah aku dan kawan-kawan tinggal, menyiapkan makanan dan beristirahat. Pada pekerjaanku kali ini, aku mulai masuk di bulan oktober 2019. Sebelum badai covid-19 melanda dan menyebar di hampir seluruh dunia. Di mana pada waktu-waktu tertentu aku masih ...