Langsung ke konten utama

aku sudah mrncoba terus berjuang tapi akhirnya aku harus memilih pulang

Di awal kedatangan  ya ke sg 
Ke esokan harinya dia langsung di ambil bos nya ( menurut dia ).
Dan barang2 nya pun di bawa ..
Namun hanya sehari 
Dia di kembalilan ke agency ke esokan hari nya .
Dengan alasan .
Dia punya bekas luka di kaki nya .

Meskipun saya sdri masih agak bingung mestinya masih harus ada medicall check up ..
Training dll ..
Apa kah itu employer langsung apa Agency menitipkan dia  .
Tapi ..
Hanya sehari di rumah itu...
Lalu berada di tempat agency selama 2 minggu .
Dan agency menambah potongan gaji yang harus di bayar ( 1 bulan gaji tambahan dari beaya awal ) 
" Pingin ngomong BANGSAT tapi aku gk biasa ngomong kasar " 

Dia bekerja di employer ke 2 ..
Employer kadang memberi makanan yang sudah kadaluarsa .
Bahkan anak yang di jaga nya pun sangat jasar bahkan pernah menendang kepalanya .
Tanpa dia mampu melawan .
Dan setelah 1 setengah bulan .
Tiba tiba di kembalikan ke agency .

Seminggu kemudian .dia di ambil employer ke 3 .
Potongan gaji bertambah 1 bln 😭😭😭.
Dia juga mengalami di paksa makan daging babi .
Yang seharusnya sudah di ketahui kalau dia tidak boleh .
Kerja nya berat dari jam 5.30 - 11 malam .
1 setengah bulan kemudian ..
Dia pun lagi lagi di kembalikan ke agency ..

Dia masih mengikuti perjalanan nasib nya 
Setelah seminggu dia di ambil employer ke 4 .
Dan tentu saja..potongan gaji pun di tambah 1 bulan lagi .
Di sini dia mulai merasa .betapa beratnya perjalanan dia ..
Tangannya pecah2 karena terkena sabun .
Kadang dari luka luka itu berdarah ..
Sehingga dia merasa sangat tidak nyaman .
Dan tidak bisa bkerja dgn baik .

Kejadian demi kejadian yg dia alami 
Membuat nya mulai putus asa .
Kalau terus seperti ini 
Dia hanya seakan bekerja untuk membayar 
Agency yang selalu bertambah setiap kali transfer ..
Di tambah lagi tangan nya yang pecah2 karena sabun ..
Employer tidak membawa ke dokter dan hanya di beri salep .
Yang tidak membuat tangan nya lebih baik ..

Dia bingung ...
Putus asa dan merasa tidak ada lagi yang akan dia harapkan ..
Bertahan dia tidak kuat..
Kalau tranfer lagi pasti di tambah potongan .

Dia hanya ingin pulang ..

Agency bilang .
Dia harus bayar ganti rugi $4.000 ( 40 jt ) 
Menghubungi pihak pt / sponsor .
Pun di beritahu kalau dia harus mbayar denda .

Logika saja..
Selama - + 6 bln dia sdah bekerja tanpa menerima upah .
Karena harus membayar hutang nya dengan siatem potongan gaji .
Yang terus bertambah setiap kali transfer..

Dan setelah dia selamat dan berada dalam lindungan kita..
Pihak sponsor di indonesia bilang .
Jangan ngomomg macam macam .
Sementara dokumen dia masih tertahan di pt tersebut .

# belajar dari kasus ini 
# semua bisa kita lihat dengan mata telanjang 
# pihak sponsor yang tidak bertanggung jawab 
# exploitasi yang jelas jelas nyata 
# ketika dia butuh bantuan 
# agency /pihak pt lah yang seharusnya memberikan bantuan .
( Tapi mereka menolak tanggung jawab nya )

#PMI adalah pekerja #

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seminar Perempuan KBRI Singapura

SEMINAR PEREMPUAN Perilaku Sehat, Wanita Tangguh. KBRI Singapura, minggu 29-09-2024 Dharma Wanita Persatuan KBRI Singapura mengadakan acara seminar bertema perempuan, yang diadakan di ruang Nusantara KBRI Singapura. Dr. Merisa Auditanya Taufik menjadi pembicara di acara tersebut, yang memberikan materi seminat tentang hal-hal yang tentang kesehatan perempuan. Dan  dihadiri oleh kurang lebih 200  pekerja migran Indonesia yang merupakan pekerja perempuan. Acara dibuka dengan sambutan dari Ibu Nuri Widowati Suryo Pratomo sebagai ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI Singapura. Yang kemudian dilanjutkan ke acara inti. Pemaparan materi diawali dengan point penting yaitu : Perempuan Adalah Sosok Penting Kehidupan.  1.Karena perempuan diberikan rahim untuk proses kelangsungan hidup manusia. 2.Perempuan dibekali naluri keibuan untuk meberikan cinta dan kehangatan. 3.Perempuan sebagai 'sekolah pertama' untuk anak-anaknya. Kemudian dilanjut dengan materi-materi yang tidak ...

TERPAKSA AKU MEMILIH PULANG

  17 Mei 2025  Aku melangkah perlahan menyusuri koridor di gerbang kedatangan Interasional di bandara Soeta. Dalam hatiku masih belum benar-benar merasa tenang, meskipun tak henti-hentinya dia meyakinkan aku  bahwa semua akan baik-baik saja.Dan memastikan bahwa sudah ada pihak yang akan memastikan aku bisa pulang dengan aman. Tetapi perasaan ini tak bisa berbohong, aku masih belum sepenuhnya merasa tenang. Sampai akhirnya aku masuk "lOUNGE PMI" dan disambut oleh petugas Helpdesk KP2MI yang memastikan saya aman sampai dijemput oleh suamiku. Singapura Tak Seindah Yang Aku Bayangkan, Majikan Pertamaku Tak Memberiku Makan Yang Cukup. Namaku Lina, aku berasal dari sebuah desa di Karawang Jawa Barat. Aku seorang Ibu dari seorang anak, dan kami adalah keluarga kecil yang hidup pas pasan. Karena kondisi itulah, dengan niat ingin membantu memperbaiki perekonomian keluarga, atas ijin suamiku maka aku memutuskan untuk mendaftarkan diri sebagai CPMI, untuk bekerja ke Sing...

PMI BERTAHAN DI LUAR NEGERI KARENA APA?

                                  Bertahun-Tahun Bertahan di Negara orang, Sampai Kapan? Bicara tentang PMI (Pekerja Migran Indonesia) memang selalu menarik, karena ada banyak cerita yang beragam dan mungkin hanya difahami oleh sesama PMI itu sendiri, dan mereka yang memiliki concern terhadapa permasalahan PMI. PMI berasal dari berbagai background kehidupan yang bermacam-macam. Namun pada dasarnya, kondisi ekonomi-lah yang menjadi alasan terbesar, yang membuat mereka harus meninggalkan Indonesia untuk bekerja di negara orang.Tidak semua orang bisa memahami PMI, baik dari latar belakang, kondisi kerja, juga kesehatan mental karena tekanan yang harus dialaminya. Di sini kita akan mengupas kondisi yang dialami PMI pada umumnya. Khususnya sektor pekerja rumah tangga. Pada tahap awal ketika PMI baru menginjakkan kaki di negara orang atau masuk ke tempat kerja, pasti mengalami yag nemanya "culture shock". Ya...